Skip to main content

TUA

Dalam seminggu terakhir ini, hadir dan viral aplikasi FaceApp. Aplikasi ini mencoba memperkirakan wajah seseorang jika berusia tua nanti. Seperti imajinasi, FaceApp memberikan perspektif mengenai keadaan manusia di saat tua nanti. Adalah Yaroslav Goncharov, seorang ahli di bidang artificial intelegence, yang menemukan dan mengembangkan FaceApp hingga setenar dan seviral saat ini.

Namun, diskusi mengenai tua yang menarik bukan soal bagaimana mengubah wajah dalam aplikasi tersebut, namun soal siapa yang berusia panjang di bumi ini, dan bagaimana kiat orang atau masyarakat tertentu bisa berusia panjang?

Pertanyaan menarik yang bisa kita ajukan adalah, siapakah manusia tertua di dunia? Dalam banyak riwayat dan juga kitab-kitab, manusia tertua adalah para Nabi. Nabi Adam diperkirakan berusia 1000 tahun. Nabi Idris berusia 865 tahun. Nabi Nuh 950 tahun. Nabi Hud 464 tahun. Nabi Ibrahim 200 tahun. Nabi Ismail putra Nabi Ibrahim berusia 137 tahun. Barisan para Nabi sebelum Rasulullah rata-rata berusia diatas 100 tahun.

Sejarah manusia yang berusia panjang terdapat pula dalam Epic of Gilgamesh, puisi epik dari Mesopotamia yang diperkirakan diciptakan 2100 sebelum Masehi, menceritakan tentang raja Gilgamesh yang berpetualang untuk mencari rahasia hidup abadi. Ada pula Rigveda, kitab suci cikal bakal Weda. Di sana dikisahkan tentang Amrita, minuman yang bisa membuat manusia hidup abadi. Dalam kultur Hindu dan India, Amrita juga disebut sebagai Soma. Indra dan Agni, dewa surga dan dewa api, meminum Amrita dan menjadi abadi.

Dalam kisah yang lain, ada pula narasi mengenai Shangri-La: sebuah tempat mistis di Himalaya yang penduduknya hidup nyaris abadi. Tempat ini dianggap terinspirasi oleh Shambala, kerajaan mistik dalam tradisi Buddha Tibet.

Kisah mengenai centenarian atau manusia yang berusia diatas 100 tahun juga dibahas secara menarik oleh Yuval Noah Harari dalam Homo Deus. Harari mengulas mengenai misi manusia modern adalah mengalahkan kematian dan memberi manusia usia muda abadi. Salah satu yang memiliki misi tersebut adalah Google yang memiliki poyek agar manusia mungkin hidup selama 500 tahun. Google kini menginvestasikan dananya untuk riset-riset terbaik dalam hal mengupayakan keabadian hidup manusia.

Bagi Harari, cita-cita immortalitas bisa diwujudkan dengan memulai merancang algoritma biokimia. Sebab, menurutnya, manusia tak ubahnya mesin yang dikendalikan, pengendalian ini akan menjadi prestasi dalam hal menyelamatkan manusia dari kematian prematur, dan memungkinkan manusia menikmati rentang penuh tahun-tahun usia.

Di tahun 2012, PBB memperkirakan ada 316.600 centenarian di seluruh dunia. Pada 2015, Amerika Serikat adalah negara dengan centenarian terbanyak di dunia, mencapai 72.000 orang. Diikuti Jepang dengan 61.000 orang, bahkan Jepang memiliki desa di prefektur Okinawa yang dikenal paling banyak berisi orang panjang usia. Desa ini dijuluki Desa Panjang Umur, saking banyaknya penduduk berumur panjang di sana.

Mereka memiliki program yang disebut The Okinawa Program, kunci usia panjang ada pada pola makan. Warga Okinawa punya kebiasaan makan yang sekarang dijuluki sebagai Okinawa Diet.


D Indonesia, salah satu indikator untuk mengevaluasi kinerja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk dan meningkatkan derajat kesehatan adalah angka harapan hidup. Pada negara berkembang, biasanya Angka Harapan Hidup masih berkisar 40-60 tahun. Namun dalam negara maju, Angka Harapan Hidup relatif lebih tinggi hingga mencapai umur 90 tahun.

Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD) adalah lembaga yang melakukan indeksasi mengenai angka harapan hidup. Dalam risetnya, ada beberapa faktor utama yang dianggap berkontribusi pada kematian dini, seperti tekanan darah tinggi, indeks massa tubuh dan gula darah, serta penggunaan tembakau dan alkohol.

Riset itu pula memetakan bahwa Spanyol dengan angka harapan hidup tertinggi di angka rata-rata 85,8 tahun. Lalu Jepang dengan harapan hidup rata-rata 85,7 tahun. Singapura dengan harapan hidup rata-rata 85,4 tahun. Swiss dengan angka harapan hidup rata-rata, 85,2 tahun dan Portugal dengan harapan rata-rata 84,5 tahun.

Dari data Biro Pusat Statistik, Indonesia memiliki angka harapan hidup antara 75 – 77,5. Pada tahun 2017 angka harapan hidup orang Indonesia adalah 71,1 tahun.

Di daerah-daerah sendiri, semua pemerintah daerah mengejar naiknya angka harapan hidup, namun program-program untuk kalangan senior hampir tidak signifikan dengan pengejaran indeks tersebut. Di banyak daerah, program untuk kalangan lansia (lanjut usia) tidak maksimal dibandingkan dengan program lainnya. Program lansia lebih banyak difokuskan pada bagi-bagi bantuan untuk lansia, dibandingkan dengan merancang program lansia yang holistik. Padahal, kebutuhan lansia adalah kebutuhan khusus, misalnya soal gizi dan fasilitas serta infrastruktur yang pro lansia. Lansia bahkan dianggap sama dengan keluarga miskin lainnya, yakni hanya diberi bantuan semata.

Di Okinawa sendiri, yang menjamin usia panjang masyarakatnya ada beberapa hal ; soal pola makan yang lebih banyak konsumsi ikan dan sayuran hijau/kuning minimal 30 %, mengurangi konsumsi nasi, dan memperbanyak mengkonsumsi ketimun Okinawa dan ubi. Orang Okinawa juga lebih banyak mengkonsumsi ikan dibanding penduduk dibanding penduduk di negara lainnya. Mereka juga hidup dengan tingkat stress yang rendah karena pola kekerabatan mereka yang tinggi dan cenderung harmonis. Di Okinawa sendiri memiliki komunitas masyarakat yang mengkhususkan diri untuk melayani, merawat dan membantu kelompok lansia. Lansia di Okinawa tidak diperlakukan seperti lansia di Indonesia yang kebanyakan diasingkan atau dilokalisir dalam kamar atau bahkan dalam beberapa keluarga tertentu, lansia malah “ditunggu mati” oleh keluarganya. Di Okinawa, program untuk lansia juga ada seperti berkebun, hingga program spiritualitas khusus lansia seperti berdoa bersama dalam waktu yang reguler.

Spritualitas menjadi penting dalam memahami usia, umur dan kiat panjang umur. Bagi masyarakat Okinawa dan juga kalangan centenarian lainnya, spiritualitas adalah basis dan pokok dari soal angka harapan hidup. Pengelolaan usia hanya bisa terkendali dengan baik jika dibarengi dengan pengelolaan spiritualitas diri.

Di kalangan muslim, hal ini juga termaktub dalam firman yang berbicara soal umur. Jika pada angka 40 tahun biasanya menyadarkan manusia akan hakikat diri, dari mana asal-usulnya, dari mana datang dan kemana ia akan kembali. Dalam hal itu, Allah Swt berfirman, “…apabila ia (manusia) telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun, ia berdoa: Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri.” (QS. al-Ahqaf: 15).

Semoga, fenomena FaceApp yang kini viral bisa memberikan pelajaran bersama bagi kita sekalian mengenai usia, umur dan pelajaran dari beberapa kalangan, khususnya centenarian di berbagai belahan bumi seperti apa yang pernah disampaikan Paulo Coelho ;…sesuatu menjadi tua tidak karena bertambahnya usia, tetapi karena telah menyerah dan mengucapkan selamat tinggal kepada cita-citanya…

Referensi :

1. https://tirto.id/rahasia-panjang-umur-hingga-1-abad-cnXd
2. https://www.kompasiana.com/antoncahyadi1445/5ce645cc733c4314e654d1d7/pernikahan-dini-berdampak-pada-fertilitas-dan-mortalitas?page=all
3. https://www.kompasiana.com/jkool/557cbd07c523bdd06131ee4c/umur-orang-jaman-dulu-lebih-panjang-setelah-baca-ini-kamu-akan-paham?page=all
4. https://id.wikipedia.org/wiki/Centenarian
5. http://www.koran-jakarta.com/usia-harapan-hidup-masyarakat-indonesia-meningkat/
6. https://radarmalang.id/tiga-jurus-dinkes-genjot-angka-harapan-hidup/
7. https://abdurrahmanzaki97.blogspot.com/2017/03/dasar-perhitungan-fertilitas-mortalitas.html
8. https://aceh.tribunnews.com/2016/10/21/rahasia-umur?page=2
9. https://tirto.id/bagaimana-para-leluhur-kita-menguasai-dunia-cnbP

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *