Skip to main content

TELUK TOMINI YANG TERABAIKAN

tomini

Setelah lebih dari 10 jam terombang-ambing di atas kapal feri rute Gorontalo – Pagimana (Kab. Banggai, Sulawesi Tengah), dengan sempoyongan rombongan kami (Universitas Negeri Gorontalo) yang terdiri lebih dari 20 orang menjejakkan kaki di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Jika ditarik dengan garis lurus, jarak antara Gorontalo dan Pagimana sekitar lebih daei 200 kilometer. Rute ini membelah Teluk Tomini, teluk terbesar di Indonesia.

Sesaat setelah tiba di Pagimana, rombongan kami dijemput oleh Camat dan seluruh kepala desa di Kecamatan Pagimana.

Kami disuguhi teh panas, nasi kuning laksa basah, ubi merah, hingga ikan garam khas Banggai. Sungguh menu pagi yang sangat lezat. “Jetlag” pun akhirnya hilang dengan menu super enak tersebut.

Dari obrolan dengan camat, kami diberitahu jika tidak jauh dari pelabuhan feri, ada desa yang unik, desa terpadat di Indonesia : Jaya Bakti. Jaya Bakti berjarak lebih dari 3 kilometer dari pelabuhan feri Pagimana.

JAYA BAKTI : DESA TERPADAT DI INDONESIA

Desa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai dihuni oleh mayoritas suku Bajo. Jumlah penduduk desa Jaya Bakti lebih dari 7.000 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sekitar 1.800.

Jumlah penduduk ini bukanlah jumlah besar jika dibandingkan dengan desa-desa lain di Indonesia seperti Desa Banguntapan Bantul (lebih dari 25 ribu) dan banyak desa lainnya.


Keunikannya ada pada luas desa yang tak kurang dari 10 hektar. Setiap rumah dihuni oleh 5-7 keluarga. Tak heran, dari cerita warga Jaya Bakti, biasanya dalam satu rumah ada dua atau 3 orang yang hamil dalam waktu bersamaan.

Saking padatnya, agak sulit bagi kenderaan mobil untuk bisa masuk ke kampung itu. Saat masuk ke kampung itu, saya mengendarai motor sehingga bisa masuk ke lorong-lorong di desa tersebut.

MEMPERTANYAKAN AGENDA KEMARITIMAN

Teluk Tomini luasnya sekitar 59.500 km2. Teluk ini termasuk dalam kesatuan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Teluk Tomini-Laut Maluku-Laut Seram. Teluk Tomini mencakup 12 Kabupaten/Kota dan 3 Provinsi.

air terjun salodik

Pada tahun 2011, potensi sumber daya ikan pelagis diperkirakan sebesar 486 ribu ton atau sekitar 83 %, dan potensi sumber daya ikan demersal/karang diperkirakan 96 ribu ton per tahun.

Bagi masyarakat Jaya Bakti dan suku Bajo pada umumnya, potensi perikanan ini yang penyambung hidup mereka secara turun temurun.

Tomini adalah kawasan strategis Indonesia, namun hingga sejak ditetapkannya kebijakan kemaritiman secara spesifik dalam dokumen perencanaan negeri ini, Tomini masih tetap Tomini yang terabaikan.

Selain karena pemerintah pusat belum memiliki komitmen yang kuat untuk pengembangan kawasan, kemitraan antar daerah di kawasan juga masih dalam tarik-menarik egosentris yang sama, sejak isu Badan Otorita Tomini digaungkan di tahun 2004 silam.

Dalam perumusan RPJMN 2019-2024 yang menjadi dokumen perencanaan Jokowi-KMA selama lima tahun kedepan, tidak ada satu kata pun yang menyebut “tomini”. Artinya, potensi teluk terbesar di Indonesia masih belum menjadi salah satu keyword dalam perencanaan Indonesia yang kini memiliki Kementrian khusus untuk Kemaritiman.

KOMITMEN SDGS DI TOMINI

Padahal jika komitmen soal Tomini serirus dikerjakan, maka agenda yang paling penting berikut adalah integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya tujuan 14 (menjaga ekosistem laut) dengan 7 target yang mesti dikejar secara berkala.

Misalnya di tahun 2025 sudah ada capaian yang signifikan dalam pengurangan jenis pencemaran laut. Begitu pula capaian untuk tahun 2020 yang mesti ada kemajuan dalam perlindungan ekosistem laut dan pesisir, serta bagaimana membangun resiliensi laut yang sehat. Dalam hal ini, kerangka kebijakan dan instrumen penataan ruang laut di wilayah pengelolaan perikanan sudah terumuskan dan memiliki kemajuan dalam pelaksanaan.

Dalam target spesifik di SDGs pada tahun 2020 uga mesti terlihat kemajuan dalam pengaturan pemanenan dan penangkapan ikan yang berlebihan. Pun demikian dengan agenda konservasi laut dan pesisir. Termasuk pelarangan pada subsidi perikanan tertentu yang berkontribusi terhadap kelebihan dan penangkapan ikan berlebihan.

Dalam pencapaian di tujuan 14 SDGs, perlu juga dihadirkan skema akses bagi nelayan skala kecil terhadap sumber daya laur dan pasar, yang didalamnya ada kerangka kebijakan dan kelembagaan yang mengakui dan melindungi akses bagi perikanan skala kecil serta akses pendanaan usaha nelayan.

Hingga pada tahun 2030 ditargetkan kawasan ini bisa memberi manfaat ekonomi dengan model pemanfaatan berkelanjutan sumber daya termasuk didalamnya adalah pengelolaan pariwisata, dimana Tomini memiliki banyak spot wisata yang mendunia seperti Togean yang memiliki luas sekitar 755.4 km2 dengan gugusan sekitar 56 pulau karang. Juga banyaknya pesisir yang memiliki potensi wisata yang sangat menarik.

Potensi ini tidak bisa dilihat dari perspektif eksploitatif semata, hanya sekedar mengeruk sumber daya yang ada di Tomini, namun juga perlu mengagendakan komitmen kelestarian (konservasi) terhadap sumber daya, agar terus berkelanjutan.

PS :

Teluk Tomini adalah tempat bulan madu para pecinta tanah air.

❤😘

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *