Skip to main content
PANA WAYER, LITERASI, DAN ANAK MUDA

PANA WAYER, LITERASI, DAN ANAK MUDA

Beberapa bulan lalu, tepatnya 2 Mei 2019, saya menulis artikel "Gorontalo Darurat Literasi", dalam tulisan itu ada beberapa temuan terkait literasi anak muda Gorontalo. Riset tersebut sebagai analisis dari temuan Indonesian National Assesment Program (INAP) tahun 2016. Tujuan riset tersebut untuk melakukan pemetaan, diagnostik, dan evaluasi terhadap literasi, baik peta literasi maupun determinan tingkat literasi di seluruh Indonesia. Saat ini,
Continue Reading
KARLOTA

KARLOTA

Istilah karlota berasal dari nama Charlotta, salah satu pemain film "Maria Cinta yang Hilang". Charlotta adalah seorang pembantu rumah tangga di film tersebut. Karakkternya suka bergosip, menguping pembicaraan orang, hingga manas-manasi hubungan orang sampai retak. Di Gorontalo, nama Charlotta diganti menjadi Karlota. Karlota menjadi bagian dari suku kata yang tidak resmi dalam bahasa lokal. Karlota biasa diartikan sebuah aktifitas yang
Continue Reading
JAWA TONDANO

JAWA TONDANO

Seandainya Pangeran Diponegoro menang dalam Perang Jawa (1825-1830), mungkin tidak ada yang namanya komunitas Jawa Tondano. Pasca kekalahan di Perang Jawa, Belanda mulai mengasingkan pejuang Perang Jawa seperti Kyai Modjo dan para pengikutnya. Rombongan 48 orang pengikut Kyai Modjo tiba di Karesidenan Manado pada tanggal 20 Oktober 1829, lalu tiba di Tondano sekitar bulan Februari - April 1830. Rombongan berikut
Continue Reading
Gorontalo 4.0

Gorontalo 4.0

Gorontalo adalah jazirah yang beriktiar untuk disebut sebagai Serambi Madinah. Ada terselip doa dalam ikhtiar itu. Ikhtiarnya agar peradaban Gorontalo minimal bisa meneladani kehidupan di Madinah, kota tempat Nabi Muhammad memproklamirkan sekaligus mempraktikkan serta mewujudkan peradaban yang berakhlak tinggi dan mulia. Cita-cita mulia tersebut lalu mewujud dalam agenda perjuangan sejak era kolonial. Banyak darah yang tumpah di tanah ini, ada
Continue Reading
Warkop dan Ruang Publik Baru

Warkop dan Ruang Publik Baru

Hingga hari ini, jumlah warung kopi di Gorontalo semakin tumbuh. Menurut perhitungan kasar, lebih dari 300 warung kopi yang bertebaran di Gorontalo. Semakin bertebarnya warung kopi di Gorontalo semakin mengukuhkan bahwa oral tradition (tradisi lisan) sangatlah kental. Tradisi ini bukan tradisi baru di Gorontalo, ini adalah bagian warisan kebudayaan luhur Gorontalo. Tradisi Lisan dan Memori Kolektif Kita Mempercakapkan semua hal
Continue Reading