Skip to main content
Karawo dan Jalinan Cinta

Karawo dan Jalinan Cinta

Budayawan Gorontalo alm. Farhah Daulima menyatakan bahwa di abad ke 5 H, ada rombongan keturunan dari Bani Ba'alawi dari Hadramaut datang ke Gorontalo. Salah seorang dari rombongan tersebut bernama Alawiyah memperkenalkan cara menenun dan menyulam kain. Karawo adalah akronim dari Alawiyah/Alawo/Ayita yang berarti jalinan yang lembut. Menurut sosiolog Universitas Negeri Gorontalo, Alim Niode, tradisi mokarawo adalah tradisi perjuangan perempuan Gorontalo.
Continue Reading