Skip to main content
CORONA, GLOBALISASI PENYAKIT DAN PESAN NABI

CORONA, GLOBALISASI PENYAKIT DAN PESAN NABI

Penyebaran Corona tidak semata karena faktor kesehatan saja, tapi lebih kuat di faktor sosio-antropologisnya. Bahwa ada virus baru yang ditemukan di Wuhan betul. Tapi karena semakin banyak orang yang melintasi daerah, negara dan perbatasan, hingga menyebabkan banyak interaksi sosial, maka penyebaran virus semakin cepat. Penangangan Corona tidak bisa ditangani dari satu sisi, pengobatan saja. Namun dalam waktu yang cepat, pengaturan
Continue Reading
PASCA ULIL DAN TANTANGAN SETELAH ITU

PASCA ULIL DAN TANTANGAN SETELAH ITU

Sebelum Gus Ulil Abshar Abdalla datang ke Gorontalo, medsos sempat "bergejolak". Begitupun setelah Gus Ulil kembali ke Jawa. "Gejolak" ini muncul karena dua hal ; (1). Ada miskomunikasi dalam pengaturan agenda Gus Ulil di Gorontalo, khususnya di Universitas Negeri Gorontalo. (2). Karena ada hal-hal yang tidak terkomunikasikan secara face-to-face, melainkan melalui media sosial (digital).Sehingga banyak informasi yang tidak tersambung dan
Continue Reading
MARGARETHA HUTAGALUNG

MARGARETHA HUTAGALUNG

Persatuan bangsa, agama, etnis dan identitas lainnya biasanya dipicu oleh penistaan dan pelecehan terhadap identitas itu. Banyak yang memerdekakan diri karena direndahkan, dipinggirkan dan ada juga karena ditelantarkan. Imajinasi kemerdekaan yang sesungguhnya adalah membebaskan kondisi yang lalu dan kini, apakah itu kondisi ternistakan maupun terhina, lalu kemudian mencapai cita-cita yang ada di depan. Cita-cita yang ingin "menjadi" sesuatu (lebih baik)
Continue Reading
PERNIKAHAN

PERNIKAHAN

Sepanjang sejarah, Soekarno memiliki sembilan istri. Dua diantaranya dari Sulawesi Utara yakni Yurike Sanger dan Kartini Manoppo dari Sulawesi Utara. Semasa menjabat, Soekarno banyak melakukan perjalanan, di sela-sela perjalanan itulah kisah asmara Soekarno juga tumbuh. Sebagai seseorang yang menjabat sebagai Presiden, berwajah ganteng dan memiliki pembawaaan karismatik yang kuat, Soekarno menjadi pujaan banyak wanita. Terkait Gorontalo, Soekarno menginjakkan kakinya di
Continue Reading
HAJI

HAJI

Salah seorang yang bergelar Haji dan terkenal di Gorontalo adalah Haji Bu'ulu. Haji Bu'ulu ini terkenal alim, saleh, menjadi tempat orang untuk belajar agama. Haji Bu'ulu juga memiliki beberapa Guru diantaranya di Banjar (Kalimantan Selatan), di Mekah dan di beberapa daerah lainnya. Dulu di Gorontalo sempat ada kisah "heboh" mengenai Haji Bu'ulu. Konon, ia digelari Haji Bu'ulu karena pada saat
Continue Reading
PSEUDO-RAMADAN

PSEUDO-RAMADAN

Ramadhan tinggal 3 hari lagi. Ramadhan telah menyapa kita dengan segala perhiasannya. Bagai seorang perempuan, Ramadhan tampak anggun dan suci. Ramadhan cermin dari sebuah cahaya yang menyinari jiwa yang membutuhkan cahaya. Hanya jiwa yang suci yang dapat diterangi cahaya itu. Dalam Ramadhan berisi deretan ritus persembahan bagi yang merasa harus menyembah. Salah satu aktifitas itu adalah puasa. Bukan saja untuk
Continue Reading
BUKBER

BUKBER

Muasalnya, bukber atau buka puasa bersama dilaksanakan di tiap masjid saat Ramadan. Lambat laun, perkembangannya menjadi lebih transformatif. Bukber bukan saja soal tradisi buka puasa sebagai bagian dari ritus Ramadan. Bukber hari ini berkembang menjadi praktik sosio-religius yang modern. Jika kita pantau dari timeline media sosial seperti Facebook, Instagram, WhatsApp dan berbagai story medsos, bukber adalah praktik "mengingat". Kita sebut
Continue Reading
KAFIR DI GORONTALO

KAFIR DI GORONTALO

Kata “kafir” di Gorontalo, biasanya dipadankan dengan istilah yang dikreasi sendiri oleh masyarakat Gorontalo. Kata “kafir” di Gorontalo biasa diganti dengan kata ; “bulawahu”, “moopa”, “jaa tiluna”, “mongala bo*” dst. Ada juga kata “kapiru”. Kata-kata itu tidak saja ditujukan untuk yang diluar Islam, tapi yang paling sering malah ditujukan bagi kalangan muslim yang secara syariat melenceng. Khusus kata “Yahudi”, orang
Continue Reading
Reuni 212 dan Ancamannya

Reuni 212 dan Ancamannya

Aksi Bela Islam 212 yang menghadirkan jutaan massa umat Islam yang berkumpul dan bersatu dalam satu agenda dianggap banyak kalangan sebagai pemicu kebangkitan Islam Indonesia secara kolektif di era pasca Orde Baru. Aksi Bela Islam yang dilaksanakan pada tahun lalu, tepatnya tanggal 2 Desember 2017 adalah rekor terbanyak manusia berkumpul pada sepanjang sejarah Nusantara ini didiami umat manusia. Dalam sejarah
Continue Reading
Karawo dan Jalinan Cinta

Karawo dan Jalinan Cinta

Budayawan Gorontalo alm. Farhah Daulima menyatakan bahwa di abad ke 5 H, ada rombongan keturunan dari Bani Ba'alawi dari Hadramaut datang ke Gorontalo. Salah seorang dari rombongan tersebut bernama Alawiyah memperkenalkan cara menenun dan menyulam kain. Karawo adalah akronim dari Alawiyah/Alawo/Ayita yang berarti jalinan yang lembut. Menurut sosiolog Universitas Negeri Gorontalo, Alim Niode, tradisi mokarawo adalah tradisi perjuangan perempuan Gorontalo.
Continue Reading