Skip to main content
GUS SHOLAH DAN GORONTALO

GUS SHOLAH DAN GORONTALO

KH. Salahudin Wahid adalah sosok yang pernah digemari di Gorontalo. Kegemaran itu selain karena Gus Sholah adalah adik Gus Dur, mantan Presiden RI yang pada dirinya menempel dentitas abadi Gorontalo : Upiya Karanji (Kopiah Keranjang). Juga karena Gus Sholah pernah menjadi muara harapan rakyat Gorontalo. Gus Sholah menjadi muara aspirasi dan kanal harapan saat Pemilihan Presiden RI yang dilaksanakan secara
Continue Reading
TOKOH TIONGHOA ASAL GORONTALO

TOKOH TIONGHOA ASAL GORONTALO

“Gorontalo adalah batu loncatan saya untuk maju. Seterusnya saya harus terbang tinggi. Harus jadi orang sukses”. Begitu kalimat yang meluncur dari mulut Tjie Tjin Hoan yang termaktub dalam bukunya yang berjudul The Entreprenur. Ia merasakan betul bagaimana pengalaman sejak usia 6 tahun hingga remaja di Gorontalo. Ia ditempa oleh alam, merasakan kehidupan dari bawah. Tjie Tjin Hoan merasakan betul bagaimana
Continue Reading
Gus Dur, Kecacatan Fisik dan Gorontalo Kita

Gus Dur, Kecacatan Fisik dan Gorontalo Kita

Terbilang dua kali saya bersua dengan Gus Dur, perdananya ketika ia masih menjabat sebagai Presiden RI yang kala itu memberikan khotbah Jum`at di Masjid Gede Kauman Kompleks Keraton Yogyakarta. Kala itu Gus Dur menegaskan tentang pentingnya soliditas umat dan bangsa ini, yang tempo itu sedang terjerumus pada konflik-konflik lokal. Bagi Gus Dur, semangat pluralisme yang ada telah terkikis oleh perubahan
Continue Reading
TELUK TOMINI YANG TERABAIKAN

TELUK TOMINI YANG TERABAIKAN

Setelah lebih dari 10 jam terombang-ambing di atas kapal feri rute Gorontalo - Pagimana (Kab. Banggai, Sulawesi Tengah), dengan sempoyongan rombongan kami (Universitas Negeri Gorontalo) yang terdiri lebih dari 20 orang menjejakkan kaki di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Jika ditarik dengan garis lurus, jarak antara Gorontalo dan Pagimana sekitar lebih daei 200 kilometer. Rute ini membelah Teluk Tomini,
Continue Reading
PRAKTIK TOLERANSI DI GORONTALO

PRAKTIK TOLERANSI DI GORONTALO

Dalam seminggu terakhir, wacana soal toleransi banyak diperdebatkan. Mulai dari soal ucapan hari raya, hingga bagaimana sebaiknya toleransi dipraktikkan. Di Gorontalo sendiri, soal toleransi bukan hal baru. Praktik toleransi di Gorontalo telah berurat dan berakar, serta memiliki catatan sejarah yang lama. Di Gorontalo, toleransi bukan wacana "impor". Toleransi di Gorontalo bersumber dari kebiasaan dan laku spiritual lokal. Dalam sejarah toleransi,
Continue Reading
PANA WAYER, LITERASI, DAN ANAK MUDA

PANA WAYER, LITERASI, DAN ANAK MUDA

Beberapa bulan lalu, tepatnya 2 Mei 2019, saya menulis artikel "Gorontalo Darurat Literasi", dalam tulisan itu ada beberapa temuan terkait literasi anak muda Gorontalo. Riset tersebut sebagai analisis dari temuan Indonesian National Assesment Program (INAP) tahun 2016. Tujuan riset tersebut untuk melakukan pemetaan, diagnostik, dan evaluasi terhadap literasi, baik peta literasi maupun determinan tingkat literasi di seluruh Indonesia. Saat ini,
Continue Reading
KEPALA DESA ; MEMORI, KONTESTASI DAN TANTANGAN

KEPALA DESA ; MEMORI, KONTESTASI DAN TANTANGAN

Dalam dua bulan kedepan, akan ada 213 pemilihan kepala desa di Gorontalo. Rinciannya, ada 76 pilkades di Kabupaten Gorontalo, 88 pilkades di Kabupaten Bone Bolango, 44 pilkades di Boalemo, dan 14 pilkades di Pohuwato. Pilkades adalah ajang untuk rekrutmen elit sekaligus miniatur kontestasi demokrasi. Soal kepala desa, saya teringat almarhum kakek saya, ayah dari ibu, yang pernah memimpin sebuah desa
Continue Reading
JALAN REVOLUSIONER MENGURANGI KEMISKINAN

JALAN REVOLUSIONER MENGURANGI KEMISKINAN

Kita sudah hapal dengan detail siapa saja yang miskin di Gorontalo. Kita bisa tahu "by name" dan "by adress". Kita tahu kondisi rumah mereka dan segala yang terkait dengan mereka. Data itu bisa kita lihat secara detail di Basis Data Terpadu. Secara lebih detail, di dalam itu ada Desil I, II dan III yang berada dalam kelompok rentan. Pada desil
Continue Reading
KARLOTA

KARLOTA

Istilah karlota berasal dari nama Charlotta, salah satu pemain film "Maria Cinta yang Hilang". Charlotta adalah seorang pembantu rumah tangga di film tersebut. Karakkternya suka bergosip, menguping pembicaraan orang, hingga manas-manasi hubungan orang sampai retak. Di Gorontalo, nama Charlotta diganti menjadi Karlota. Karlota menjadi bagian dari suku kata yang tidak resmi dalam bahasa lokal. Karlota biasa diartikan sebuah aktifitas yang
Continue Reading
PORSIDEN

PORSIDEN

Dalam 50 tahun terakhir, bahasa Gorontalo mengalami pergeseran yang luar biasa. Mulai ada pencampuran dengan bahasa Manado, bahasa Indonesia dan juga Melayu. Dalam dialek Gorontalo-Melayu, banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang sering huruf "e" diganti dengan "o". Contohnya adalah pengucapan kata "sebelas" menjadi "soblas". Ada pula dalam percampuran bahasa Gorontalo dan bahasa Manado-Indonesia seperti "Nde kiapa ngana lohuto? (Mengapa engkau
Continue Reading
PETA POLITIK GORONTALO DAN KEMUNGKINANNYA

PETA POLITIK GORONTALO DAN KEMUNGKINANNYA

Pasca Pemilu hingga pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melahirkan redesain politik baru Gorontalo. Redesain ini adalah bagian dari perpanjangan kontestasi politik lokal yang rampung dan ujungnya adalah pengisian posisi elit politik di Senayan. RAHMAT GOBEL : POSISI, PELUANG, DAN KEMUNGKINANNYA Hasil dari kontestasi politik Pemilu juga menjadi berkah bagi Gorontalo. Amanah
Continue Reading
ARTERIA DAHLAN VS EMIL SALIM

ARTERIA DAHLAN VS EMIL SALIM

Sekejap setelah bangun pagi, ada lebih separuh dari 127 grup WhatsApp yang saya tempati berubah menjadi ajang menumpahkan kekecewaan terhadap Arteria Dahlan. Kekecewaan ini buntut dari video pendek Arteria Dahlan yang mendebat Prof Emil Salim dalam diskusi yang dipandu Najwa Shihab. Sebagian besar warga grup WhatsApp kecewa dengan perlakukan Arteria ke Prof Emil. Akhirnya, pagi yang indah hari ini menjadi
Continue Reading