Skip to main content

PILKADA, GAGASAN DAN SDGS

SDGs

Bulan September tahun 2020, Gorontalo akan melaksanakan tiga pilkada, yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango.

Dari pantauan di media sosial, mulai terlihat gesekan antar berbagai faksi dan kubu. Semua berebutan untuk menjadi pemenang : Bupati dan Wakil Bupati.

Namun, dari gesekan dan benturan yang sementara terjadi, belum terlihat isu, agenda, harapan serta ide untuk daerah masing-masing yang ditunjukkan oleh kandidat yang ada.

Secara global, sejak tahun 2015, ada komitmen yang telah disepakati secara umum untuk dilaksanakan yakni SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Komitmen itu adalah kesepakatan untuk mencapai 17 tujuan, 169 sasaran dan 241 indikator untuk bisa dicapai pada tahun 2030.

Komitmen global ini tidak mungkin tercapai jika daerah tidak ada komitmen dalam mencapai hal itu juga.

Mengapa SDGs penting bagi calon kepala dan wakil kepala daerah? Sebab, setiap kepala dan wakil kepala daerah terpilih adalah yang memiliki tanggung jawab utama dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

Dalam skema perencanaan pembangunan, dokumen perencanaan yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mesti memuat atau mengintegrasikan visi-misi kepala daerah dalam dokumen tersebut dalam bab lima dan akan diterjemahkan pada bab setelahnya.

Karena itu, jika setiap calon kepala dan wakil kepala daerah tidak memiliki visi dan agenda terkait SDGs, apalagi tidak memasukkan isu SDGs pada dokumen pencalonan di Komisi Pemilihan Umum, maka kemungkinan besar komitmen global terkait SDGs tidak akan tertuang dalam dokumen perencanaan daerah yang akan dilaksakan selama lima tahun.

SDGs sebagai tools, instrumen dan model pembangunan sangat penting untuk diintegrasikan dalam perencanaan daerah, sebab hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017. Selain itu, dari tools dan instrumen tersebut, pencapaian terhadap tujuan pembangunan akan lebih tajam dan terintegrasi dengan baik.

Tentu bagi rakyat, komitmen calon kepala daerah yang ditunggu bukan saja soal senyum dan janji karikatif semata, namun juga soal agenda dan gagasan kepala dan wakil kepala daerah yang benar-benar menyejaterahkan rakyat.

Ayo kita tagih bersama..

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *