Skip to main content
PECAH KONGSI KEPALA DAERAH

PECAH KONGSI KEPALA DAERAH

Di banyak daerah di Indonesia, apa yang dinamakan dengan "retak" dan "pecah kongsi" antar kepala daerah dan pelbagai penyebutan lainnya, adalah bagian dari dinamika politik lokal. Menurut catatan Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, sekitar 94 % kepala/wakil kepala daerah mengalami pecah kongsi. Pada catatan itu, sejak Pilkada tahun 2005 hingga tahun 2014 tercatat 971 pasangan kepala daerah yang pecah
Continue Reading
ALGORITMA BERKAH

ALGORITMA BERKAH

Apa yang disebut berkah? Dalam bahasa Gorontalo disebut "barakati". Bahkan ada nama kampung di Gorontalo yang bernama Barakati, lokasinya di dekat makam Bapu Ju Panggola (Raja Ilato). Berkah adalah nikmat tak terhingga. Dia adalah pemberian tak terkira. Saking tak terhingga, tak ada rumus dan tak ada algoritma buatan manusia yang mampu menghitung, mengkalkulasi dan memprediksi. Secanggih apapun big data analytics
Continue Reading
PANA WAYER, LITERASI, DAN ANAK MUDA

PANA WAYER, LITERASI, DAN ANAK MUDA

Beberapa bulan lalu, tepatnya 2 Mei 2019, saya menulis artikel "Gorontalo Darurat Literasi", dalam tulisan itu ada beberapa temuan terkait literasi anak muda Gorontalo. Riset tersebut sebagai analisis dari temuan Indonesian National Assesment Program (INAP) tahun 2016. Tujuan riset tersebut untuk melakukan pemetaan, diagnostik, dan evaluasi terhadap literasi, baik peta literasi maupun determinan tingkat literasi di seluruh Indonesia. Saat ini,
Continue Reading
PERANG DATA

PERANG DATA

Pilkada tidak bisa dilepaskan dari istilah "perang". Namun, perang yang penting adalah bagaimana menyiapkan sumber daya. Sumber daya tidak semata soal berapa banyak uang yang tersedia. Tetapi yang paling penting berapa banyak data yang kita pegang dan miliki. Era IoT (Internet of Think), Big Data, AI (Artificial Intelegence) menjadi semacam tantangan para jendral perang politik di lapangan. Saat ini, medan
Continue Reading
KEPALA DESA ; MEMORI, KONTESTASI DAN TANTANGAN

KEPALA DESA ; MEMORI, KONTESTASI DAN TANTANGAN

Dalam dua bulan kedepan, akan ada 213 pemilihan kepala desa di Gorontalo. Rinciannya, ada 76 pilkades di Kabupaten Gorontalo, 88 pilkades di Kabupaten Bone Bolango, 44 pilkades di Boalemo, dan 14 pilkades di Pohuwato. Pilkades adalah ajang untuk rekrutmen elit sekaligus miniatur kontestasi demokrasi. Soal kepala desa, saya teringat almarhum kakek saya, ayah dari ibu, yang pernah memimpin sebuah desa
Continue Reading
DINASTI POLITIK : DARI PUSAT HINGGA DAERAH

DINASTI POLITIK : DARI PUSAT HINGGA DAERAH

Ada yang unik dari Kabinet Jokowi-KMA, dari sekian banyak menteri, rupanya ada beberapa diantaranya yang memiliki "darah" menteri. Disebut berdarah menteri bukan karena takdir mereka jadi Menteri, tapi karena orang tua mereka pernah juga jadi Menteri. "DARAH" MENTERI Nama-nama anak menteri yang kemudian jadi menteri yankni : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ayahnya sangat terkenal di era Presiden Soeharto, Ir. Hartarto.
Continue Reading
JALAN REVOLUSIONER MENGURANGI KEMISKINAN

JALAN REVOLUSIONER MENGURANGI KEMISKINAN

Kita sudah hapal dengan detail siapa saja yang miskin di Gorontalo. Kita bisa tahu "by name" dan "by adress". Kita tahu kondisi rumah mereka dan segala yang terkait dengan mereka. Data itu bisa kita lihat secara detail di Basis Data Terpadu. Secara lebih detail, di dalam itu ada Desil I, II dan III yang berada dalam kelompok rentan. Pada desil
Continue Reading
KARLOTA

KARLOTA

Istilah karlota berasal dari nama Charlotta, salah satu pemain film "Maria Cinta yang Hilang". Charlotta adalah seorang pembantu rumah tangga di film tersebut. Karakkternya suka bergosip, menguping pembicaraan orang, hingga manas-manasi hubungan orang sampai retak. Di Gorontalo, nama Charlotta diganti menjadi Karlota. Karlota menjadi bagian dari suku kata yang tidak resmi dalam bahasa lokal. Karlota biasa diartikan sebuah aktifitas yang
Continue Reading
Pemuda : Sejarah, Pergolakan dan Tantangan

Pemuda : Sejarah, Pergolakan dan Tantangan

1.0 Pada 1908 silam, saat pemuda mengambil alih pergerakan untuk memerdekakan Indonesia, banyak yang merasa pesimis dan ragu tentang potensi kaum muda. Pun begitu saat mencapai puncak klimaks pertama di tahun 1928. Ada semacam keraguan tentang kemungkinan kaum muda bisa mengorganisasi Indonesia untuk merdeka. Namun, pesimisme itu berganti dengan optimism saat derap kaum muda bersatu dengan akumulasi energi dari Jong
Continue Reading
SETELAH CEBONG DAN KAMPRET, LALU APA?

SETELAH CEBONG DAN KAMPRET, LALU APA?

Penguman kabinet Jokowi-KMA sungguh membuat haru, tertawa, marah, kesal, dan ngambek. Apa sebabnya? Bagi yang menganggap hal ini lucu karena tidak menduga kenapa Jokowi bisa mengakomodir Prabowo yang sudah berulang kali melawannya. Banyak yang terpingkal-pingkal dengan kejadian luar biasa ini. Ada juga haru, karena perjumpaan keduanya dalam sebuah kabinet, dianggap sebagai persatuan untuk memperkuat keutuhan NKRI. Kalangan yang marah lebih
Continue Reading
MERENUNGI POLITIK INDONESIA

MERENUNGI POLITIK INDONESIA

Politik di Indonesia selalu menampilkan wajah yang unik. Ia tak selalu linier dengan perasaan dan logika warganya. Bagi pendukung Prabowo, langkah PS adalah langkah keliru sejak dia menerima tawaran dari Jokowi untuk masuk ke dalam jajaran kabinet. Bagi pendukung Jokowi, langkahnya dianggap juga sebagai kekeliruan saat mengajak orang-orang yang tidak "berkeringat" dan bahkan menjadi saingannya dalam dua kali kontestasi pilpres.
Continue Reading
PORSIDEN

PORSIDEN

Dalam 50 tahun terakhir, bahasa Gorontalo mengalami pergeseran yang luar biasa. Mulai ada pencampuran dengan bahasa Manado, bahasa Indonesia dan juga Melayu. Dalam dialek Gorontalo-Melayu, banyak kata-kata dalam bahasa Indonesia yang sering huruf "e" diganti dengan "o". Contohnya adalah pengucapan kata "sebelas" menjadi "soblas". Ada pula dalam percampuran bahasa Gorontalo dan bahasa Manado-Indonesia seperti "Nde kiapa ngana lohuto? (Mengapa engkau
Continue Reading