Skip to main content
APA YANG HARUS BARU DARI TAHUN BARU?

APA YANG HARUS BARU DARI TAHUN BARU?

Apa yang baru dari tahun baru? Sekedar pergantian tahun yang sebenarnya adalah pergantian detik? Ataukah semacam penanda dari pelepasan masa traumatik dari tahun sebelumnya? Ataukah ada sejumput harapan yang diharapkan? Memang banyak yang menolak momentum tahun baru untuk dirayakan. Bagi sebagian kalangan, hal ini tidak sesuai dengan kaidah agama. Namun, bagi bangsa yang miskin momentum, pergantian tahun bisa dijadikan sarana
Continue Reading
GORONTALO PADA TAHUN BARU 2050

GORONTALO PADA TAHUN BARU 2050

Pada subuh yang dingin, di ambang subuh 1 Januari 2050. Semua orang tak lagi berkerumun untuk merayakan malam tahun baru. Tak ada lagi yang spesial di malam tahun baru. Pada sebuah lorong, di salah satu sudut Gorontalo, seorang anak terbaring lemas tak berdaya dipangkuan ibundanya, anak itu menangis karena seharian hanya disusui air putih oleh ibunya. Ayah dari anak itu
Continue Reading
DESEMBER DAN KESENANGAN SEMU

DESEMBER DAN KESENANGAN SEMU

Apa dan dimana batas "senang"?. Apakah senang itu harus ditafsirkan ketika mendapat jabatan, harta, merayakan momentum tertentu atau hal-hal materiil lainnya? Ataukah senang bagi manusia adalah sesuatu tanpa batas? Sejauh dan selama kita hidup, senang selalu ada batas. Hanya dengan ada batas, "sesuatu" menjadi lebih seimbang. Sebab, jika senang tidak dibatasi, maka akan memasuki atau mengambil porsi senang orang lain.
Continue Reading
BAGAIMANA PRAKTEK TOLERANSI DI GORONTALO?

BAGAIMANA PRAKTEK TOLERANSI DI GORONTALO?

Dalam seminggu terakhir, wacana soal toleransi banyak diperdebatkan. Mulai dari soal ucapan hari raya, hingga bagaimana sebaiknya toleransi dipraktikkan. Di Gorontalo sendiri, soal toleransi bukan hal baru. Praktik toleransi di Gorontalo telah berurat dan berakar, serta memiliki catatan sejarah yang lama. Di Gorontalo, toleransi bukan wacana "impor". Toleransi di Gorontalo bersumber dari kebiasaan dan laku spiritual lokal. Terkait dengan hubungan
Continue Reading
NAHDLATUL ULAMA DI GORONTALO ; SEBUAH KRONIK

NAHDLATUL ULAMA DI GORONTALO ; SEBUAH KRONIK

Setelah perhelatan Muktamar NU ke 34 di Lampung, saya ingin menuliskan "sedikit" tentang Nahdlatul Ulama, khususnya di Gorontalo. Tentu kisah ini adalah bagian dari perjalanan saya dalam ber-NU secara kultural. Nahdlatul Ulama sendiri baru berdiri di Gorontalo setelah tahun 1938 yang diinisiasi oleh Sayyid Salim bin Jindan. Dibandingkan NU, Syarekat Islam (1921) dan Muhammadiyah (1928) lebih duluan berdiri, sehingga jumlah
Continue Reading
BENCANA BANJIR, KEJAHATAN LINGKUNGAN DAN MOMENTUM KEBANGKITAN

BENCANA BANJIR, KEJAHATAN LINGKUNGAN DAN MOMENTUM KEBANGKITAN

Hari-hari belakangan ini adalah hari dimana emosi kita dikuras oleh pemandangan mengenaskan. Di antara yang mengenaskan itu adalah pemandangan rakyat kecil yang menjadi korban banjir yang melanda beberapa lokasi di Gorontalo, Kerusakan lingkungan adalah salah satu persoalan yang menjadi lonceng kegusaran kita menatap masa depan Gorontalo. Banjir yang sedang berlalu bukan saja persoalan teologis tetapi adalah kesalahan teknis dalam rancang
Continue Reading
UNG : KRONIK, TANTANGAN DAN AGENDA

UNG : KRONIK, TANTANGAN DAN AGENDA

"Di sini kami berdiri di ambang subuh jaman baru, jaman yang akan membawakan terang ke seluruh tanah air. Dan sekali jaman itu terbit, akan lebih banyak dituntut perjuangan, penderitaan, berperang dan memenangkannya" ------- Kartini, Een Gouverneur-Generaalsda Surat Kartini begitu telak. Ia menegaskan mengenai zaman. Zaman yang menuntut perjuangan dan penderitaan itu, dibutuhkan sikap patriot. Demikian pula dengan Gorontalo. Sebuah jazirah
Continue Reading
TUMBILOTOHE DAN PERAYAAN CAHAYA DIATAS CAHAYA

TUMBILOTOHE DAN PERAYAAN CAHAYA DIATAS CAHAYA

Malam ini, malam ke 27 Ramadan, sebagian besar warga Gorontalo merayakan Tumbilotohe. Tumbilotohe akan berlangsung selama tiga hari jelang Idul Fitri. Perayaan ini berlangsung selama ratusan tahun sejak Islam masuk di Gorontalo. Tumbilotohe adalah simbol mengenai cahaya diatas cahaya. Dalam kitab Meeraji yang tiap tahun dilantunkan menjelang Ramadhan, cahaya diatas cahaya telah dibahas, didalami dan dipraktekkan sekian ratus tahun lalu
Continue Reading
191 TAHUN JAWA TONDANO

191 TAHUN JAWA TONDANO

Seandainya Pangeran Diponegoro menang dalam Perang Jawa (1825-1830), mungkin tidak ada yang namanya komunitas Jawa Tondano. Hikmah dari kekalahan di Perang Jawa memang menyedihkan tapi adalah keberkahan jika kita bisa menyaksikan saudara-saudara kita dari Jawa Tondano yang kini menjadi bagian erat dari persaudaraan kita hari ini. PASCA PERANG JAWA Pasca kekalahan di Perang Jawa, Belanda mulai mengasingkan pejuang Perang Jawa
Continue Reading
GORONTALO DARURAT LITERASI

GORONTALO DARURAT LITERASI

Hari ini, 2 Mei 2021, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Kita menyambut hari ini sebagai hari bentuk penghargaan Pemerintah atas jasa Ki Hadjar Dewantara yang telah memelopori sistem pendidikan nasional berbasis kepribadian dan kebudayaan nasional. Semua orang di Gorontalo, khususnya siswa, mahasiswa, pelajar, guru, dosen serta seluruh penyelenggara pendidikan turut serta dengan khidmat merayakan ini. Namun peringatan ini menjadi kurang
Continue Reading
GORONTALO DARURAT KEPAHLAWANAN

GORONTALO DARURAT KEPAHLAWANAN

Apakah ada harga patriotisme yang dipraktikkan Nani, Kusno, Pendang, Sagaf Alhasni pada 79 tahun silam?. Tak ada bandingan. Harga patriotisme mereka melebihi apapun yang ada di dunia ini. Mereka yang menyatu dalam Komite 12 untuk kemerdekaan 23 Januari 1942 adalah iringan keberagaman Indonesia. Ada Gorontalo, Jawa, Arab, Cina, Minahasa dan banyak etnis lainnya. Ada Islam, Budha, Kristen dan Konghucu. Patriotisme
Continue Reading
INDONESIA MERDEKA 23 JANUARI 1942, BUKAN 17 AGUSTUS 1945

INDONESIA MERDEKA 23 JANUARI 1942, BUKAN 17 AGUSTUS 1945

“Pada hari ini, 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada disini sudah merdeka, bebas, lepas dari penjajahan bangsa manapun juga. Bendera kita adalah Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya, pemerintahan Belanda telah diambil alih oleh pemerintahan nasional". Begitu potongan pidato Nani Wartabone pada tanggal 23 Januari 1942 pukul 09.00 WITA di halaman Kantor Pos Gorontalo. Nani Wartabone
Continue Reading