Skip to main content

ALGORITMA BERKAH

Berkah

Apa yang disebut berkah? Dalam bahasa Gorontalo disebut “barakati”. Bahkan ada nama kampung di Gorontalo yang bernama Barakati, lokasinya di dekat makam Bapu Ju Panggola (Raja Ilato).

Berkah adalah nikmat tak terhingga. Dia adalah pemberian tak terkira. Saking tak terhingga, tak ada rumus dan tak ada algoritma buatan manusia yang mampu menghitung, mengkalkulasi dan memprediksi.

Secanggih apapun big data analytics yang dibuat manusia, hingga artificial intelegence yang disusun manusia, tak akan mampu mengolah dan memprediksi kapan turunnya berkah, dan pada siapa keberkahan itu turun, hingga dari siapa keberkahan itu mengalir.

Tak ada sensor dalam semua rumus IoT apapun yang bisa meraba, menerka, dan yang sensitif dengan proses keberkahan.

Manusia dan buatan manusia takluk dan harus tunduk pada algoritmaNya. Algoritma berkah adalah ketetapan yang telah ditetapkan sebelum ada teknologi dan bahkan sebelum ada manusia.

AlgoritmaNya sangat presisi, tidak ada celah dan margin atas error yang dihasilkan. Tepat. Mengena pada sasaran. Melintasi abad. Melingkupi seluruh jagat.

Algoritma berkah bukan tak memilah dan memilih, ia memilah dan memilih pada yang dia tuju, sesuai dengan apa yang telah ditetapkan di masa yang jauh dan lampau.

Ia hanya turun pada mereka yang “bergelas kosong”, hanya turun pada pejalan-pejalan yang meratapi kehinaan diri, pada yang pasrah, pada pendosa yang belajar bertobat.

Algoritma berkah disusun dan diurai bukan mengena pada mereka yang “gelasnya penuh”, pada pejalan yang berbusung dada, pada mereka yang congkak dengan ilmu, pada mereka yang dahaga kekuasaannya selalu haus, pada mereka yang sorot matanya tajam di hadapan uang.

Algoritma berkah mengalir melalui jalinan rantai yang tak pernah putus hingga akhir zaman. Mengalir pada silsilah emas nan mulia.

Algoritma itu tak pernah salah, tak akan keliru, dia melampaui kecanggihan semua model dan mekanisme. Tak terkoreksi dengan setitik kesalahan, karena disusun oleh yang Maha Benar.

Bersetuju dengan algoritma ini adalah pilihan, sebab tak semua juga setuju dengan algoritma ini. Walaupun pada ujung jalan, selalu ada penyesalan, akibat tak bersetuju.

Algoritma ini tidak dipaksakan, tapi dipahamkan pada perjalanan kehidupan. Pada ujung jalan itu, semua akan mengakui, mengikuti.

You may also like

2 thoughts on “ALGORITMA BERKAH”

  1. Masya ALLAH..

    Terima Kasih sudah berbagi, Semoga Kita Semua Selalu Mendapatkan Ridha ALLAH swt, Syafaat Baginda Nabi saaw & Keberkahan Al Ulama Warasatul Anbiyaa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *