Skip to main content

#10YearsChallenge dan Cermin Diri

Hampir semua orang tertawa, senang dan bahkan terbahak-bahak. Memori yang mengendap tiba-tiba terkelupas. Ada segurat kebahagian kecil di tengah panasnya demam Pemilu dan Pilpres. Tak terkecuali, orang seakan lupa sejenak bahwa Rocky Gerung berulang kali meng-kanvas-kan Bony Hargens semalam.

#10YearsChallenge yang kini menjadi viral di semua media sosial msekana menyihir semua netizen. Sebagian besar netizen ikut andil dalam meramaikan tagar ini. Keinginannya sederhana, netizen menyandingkan foto dirinya tahun 2009 silam dengan foto tahun 2019 kini. Tagar ini berupaya ada gerakan massif untuk membandingkan kondisi netizen di tahun 2009 dan 2019. Banyak yang terlibat, hingga menjadi ajang untuk lucu-lucuan.

Saya menikmati dan mengikuti irama #10YearsChallenge. Tak perlu lama. Cukup sejenak. Ada semacam keharuan dalam merenungi perjalanan 10 tahun hidup ini. Banyak suka dukanya. Lebih dan kurangnya, perjalanan hidup di 10 tahun terakhir adalah semestinya menjadi periode bersyukur. Memori 10 tahun ini adalah rangkaian detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, dimana semestinya kita lebih banyak berucap syukur. Di antara rasa syukur itu, banyak hal yang mesti kita tertawakan ; semacam kebodohan yang kita lakukan. Terselip pula dalam relung itu ; sepotong tangis sebagai penanda kita makhluk yang lemah dan durjana.

#10YearsChallenge semestinya adalah penanda bagi perjalanan hidup ini, tentang bagaimana kita semakin merenungi diri, memahami diri agar kita semakin kenal diri kita yang sebenarnya, tak terkecuali milyaran kekurangan yang menghinggap dalam diri.

#10YearsChallenge adalah cermin diri. Padanya wajah kita yang bopeng ini terlihat sesungguhnya, walaupun beberapa dari kita terlihat bangga dengan polesan, pemutihan, penghalusan, dan segenap perlakuan terhadap tubuh yang sebenarnya mengingkari aturan.

Semoga #10yearschallenge menjadi momentum kita untuk berhenti sejenak, merenung, memikirkan jalan yang telah kita tempuh ini. Adalah ruang untuk mengoreksi diri, tidak sebatas fisik, tapi juga utamanya batin (hati). Apakah lebih banyak lalainya, dan mungkin lebih cenderung rusaknya. Kembali pada kita masing-masing.

You may also like

4 thoughts on “#10YearsChallenge dan Cermin Diri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *